Flexibility and efficiency of use - Traveloka 0

Agung Dwi Prasetyo | 16.43.00 |

      Usabilitas yang dilanggar:
Flexibility and efficiency of use
Screenshot:


Masalah usabilitas:
Cuma ada satu pilihan untuk berat bagasi, dan fatalnya itu ditandai dengan dropdown list.

Deskripsi masalah usabilitas yang ditemukan:
Ketika memilih berat bagasi, pilihan yang ditawarkan hanya ada satu yaitu 20 KG, padahal dalam interaksinya terdapat dropdown list yang kegunaannya untuk memilih item lebih dari satu pilihan.

Saran perbaikan yang dapat dilakukan:
Untuk variasi beratnya diperbanyak lagi, jangan cuma satu pilihan, dan jika hanya menyediakan satu pilihan lebih baik jangan menggunakan dropdown list, langsung saja ke tujuannya.

Skala severitas:
4

Tutorial Arduino #2 0

Agung Dwi Prasetyo | 11.18.00 |



Pengenalan Python 0

Agung Dwi Prasetyo | 07.10.00 | ,


Bahasa pemrograman Python merupakan salah satu bahasa pemrograman yang cukup populer. Namun hanya sedikit orang yang memiliki kemauan untuk mempelajari dan mendalami bahasa Python ini. Kemungkinan di masa mendatang kebutuhan akan programmer-programmer dengan bahasa Python akan semakin dibutuhkan.  Python ini juga dapat menjadi bahasa pemrograman berorientasi objek. Bahkan Python juga mendukung bahasa pemrograman utama dari mini computer Raspberry Pi.

Bagi yang sudah familiar dengan bahasa pemrograman C akan dibandingkan sintaks-sintaksnya dengan bahasa pemrograman Python. Python lebih mudah digunakan (dibandingkan dengan C) dan dukungan library kriptografi yang sudah tersedia.

Untuk dapat menjalankan dan meng-compile program Python saya menggunakan tools PyCharm dan sudah harus tersedia Python Interpreter. Silahkan download dengan klik link di bawah ini:


Berikut ini beberapa perbedaan singkat antara Python dengan bahasa C (atau Java atau yang sejenis). Kode di bawah ini untuk Python versi 2, bukan versi 3.

Tidak ada kurung kurawal

Di Python, untuk menyatakan suatu blok kode tidak dengan kurung kurawal seperti di C, tapi dengan indentasi. Jika di C kita menuliskan seperti ini:
if (a > 0) {
    printf("Positif");
    return 1;
} else {
    printf("Negatif");
    return 0;
}
Maka di Python kita tuliskan seperti ini (jangan lupa indentasi):
if a > 0:
    print "Positif"
    return 1
else:
    print "Negatif"
    return 0
Kode dibawah ini tidak valid di Python karena tidak ada indentasinya atau indentasi tidak rapi:
if a > 0:
print "Positif"
return 1
else:
  print "Negatif"
 return 0

Tidak ada deklarasi variabel

Jika Anda sudah familiar dengan PHP, maka di Python sama, yaitu tidak ada deklarasi variabel. Anda bisa langsung mengisi nilai ke variabel tanpa deklarasi maupun tipe data.
nilai = 100
message = "Hello"

Deklarasi fungsi

Jika di C Anda menuliskan misalnya seperti ini:
int namafungsi(int parameter) {
    statemen1;
    statemen2;
}
Maka di Python Anda tuliskan seperti ini:
def namafungsi(parameter):
    statemen1
    statemen2

Pernyataan kondisional

Jika di C Anda menuliskan misalnya seperti ini:
if(kondisi) {
    statemen1;
} else {
    statemen2;
}
Maka di Python Anda tuliskan seperti ini:
if kondisi:
    statemen1
else:
    statemen2

Perulangan

Jika di C Anda menuliskan misalnya seperti ini:
for(i = 0; i < n; i++) {
    statemen;
}
Maka di Python Anda tuliskan seperti ini:
for i in range(n):
    statemen
Untuk loop while:
while i > 0:
    statemen

Mencetak output

Jika di C Anda menuliskan misalnya seperti ini:
int x = 10;
printf("Nilai x = %d", x);
Anda juga bisa menuliskannya di Python seperti ini:
x = 10
print "Nilai x = %d" % (x)

Array

Array di Python disebut sebagai list
data = [10, 20, 30, 40]
data.append(50)
print data[0]
 
 
 
 
Sumber: code.cs.ipb.ac.id 

 

Contoh lanjutan dari source code Python made in agung dp :D

Source Code

==========================================================================

__author__ = 'agungdwiprasetyo'
print "Hello World"
#tidak ada deklarasi variabel
a = 5
b = 10
print "Nilai a = %d, b = %d" % (a,b) #sintaks untuk mencetak nilai dari variabel
 
# pernyataan if 
if a<10 and a>-10:
    a = a*-1
    print "a negatif" 
#hati-hati indentasi, harus diperhatikan untuk satu perintah if statemen-statemennya harus lurus rata kiri dengan statemen yang pertama dalam if
 
c = False 
if not c:
    print "C is False"
else:
    print "C is True"
 
#looping 
while a>0:
    print a
    a = a-1
for i in range(0,5,2): 
    print i, 
#5 itu inklusif sebagai batas dari looping, 0 untuk mulai 5 untuk batas dan 2 sebagai increment/decrement
print "\n"
 
#array 
l=[10,20,30,40,50] 
for i in l:
    print i,
print"\n"
 
#list comprehension 
m=[]
for i in l:
    m.append(i*i)
print m

n = [x*x for x in l]
print n
# m sama dengan n
 
o = [x*x for x in l if x>20]
print o
# o berisi elemen2 list dimana nilai x lebih dari 20
 
#operator pangkat 
a = 2 ** 5  #pangkat 
b = 10 % 2  #modulo

#string 
a = 'asdf' 
b = "asdf" 
c = '''nama saya agung 
saya tinggal di lampung'''
print a
print b
print c

s = 'wk' * 10 + 'ha' * 5   # string juga bisa dimanipulasi seperti angka secara matematika 
print s 
 
#slicing, bisa buat list bisa juga buat string 
s = "INSTITUT PERTANIAN BOGOR" 
print s[:5] # INSTI 
print s[9:18]   #PERTANIAN 
print s[9:18:2]   #PRAIN 
print s[18:9:-1]   # NAINATRE
print s[10:]   #ERTANIAN BOGOR 
print s[::-1]   #EROGOB NAINATREP TUTITSNI
for c in s:
    print c,
print "\n"
 
 
#contoh untuk DNA
dna = "ACTCGAGTCGAGCGATCAGATCAGTACGATGGGACGAGTTTACAGTGCAGTACGATGCGGCTAGAACTGAGCT"
print dna.lower()
print dna.count('A')    #menghitung jumlah karakter A pada string dna 
print dna.count('G')    #menghitung jumlah karakter G pada string dna 
print dna.count('C')    #menghitung jumlah karakter C pada string dna 
print dna.count('T')    #menghitung jumlah karakter T pada string dna
 
#mengubah char dalam string
mrna = '' 
for c in dna:              #cara naive
     if c == 'T': c = 'U'
     mrna += c
print mrna

mrna = dna.replace('T','U') #cara ringkas
print mrna


#fungsi 
def transkripsi(dna):
    trans = dna.replace('T','U')
    return trans

def main():
    dna = "ACTCGAGTCCAGATCAGTACGATGGGACGAGTTTACAGTGCAGTACGATGCGGCTAGAACTGAGCT"
    print transkripsi(dna)

main()  #pemanggilan fungsi main

def komplemen(dna):
    d = {    #struktur data dictionary         
        'A':'T', 'T':'A',
        'C':'G', 'G':'C'    }
    komp = "" 
    for c in dna:
        komp += d[c]
    return komp     # atau bisa juga return ''.join( [d[c] for c in dna] )
print komplemen(dna)

 

==========================================================================


Instalasi Arduino 0

Agung Dwi Prasetyo | 10.41.00 |


Cara Instalasi Arduino pada Komputer:
1. Download software Arduino IDE di https://www.arduino.cc/en/Main/Software  download sesuai OS komputer anda, dalam hal ini saya menggunakan OS Windows 7 64bit.
Ekstrak file hasil download dan setelah itu double click icon arduino.

2. Lakukan instalasi sampai tahap finish (jika tahap finish telah dilewati software  Arduino IDE siap untuk digunakan).  
3. Setelah itu buka software Arduino IDE. 

Saat pertama kali membuka software terlihat layout software seperti gambar dibawah ini.




Dibawah ini merupakan tampilan sofware Arduino IDE.



Keterangan GUI
1. Menu Bar: berisi menu-menu utama

2. Verify: Digunakan untuk meng-compile program sekaligus menyimpan kode program, agar programmer mampu mengetahui program telah sesuai dengan syntax atau 
tidak seperti kurangnya tanda buka/kurung tutup, kurangnya tanda titik koma di akhir perintah, kesalahan deklarasi variabel, dll.

3. Upload: Mengirimkan program ke board arduino. Ketika ini di klik LED 
pada arduino akan berkedip sangat cepat tanda program sedang di-burn ke arduino

4. New: Tombol ini digunakan untuk membuka halaman window yang baru.

5. Open: Tombol ini digunakan untuk membuka kodingan program yang telah 
disimpan di drive.

6.Save: Menyimpan kodingan program yang telah diketik.

7. Serial Monitor: Tombol ini akan membuka window yang digunakan untuk  melihat data serial yang dikirimkan mikrokontroler, serta bisa juga untuk berkomunikasi dengan mikrokontroler

8. Sketch Name: Menunjukan nama sketch yang sedang aktif atau digunakan.

9. Code Area: adalah tempat programmer untuk menuliskan program. 

10. Message Area: Menunjukan proses burning serta kesuksesan kode yang di-burn ke arduino, dan akan muncul pesan jika ada bagian yang error dalam program.

11. Tipe dan Port Area: Menunjukkan tipe arduino dan port yang sedang terhubung ke komputer, dalam hal ini tipenya yaitu Arduino Uno yang tehubung pada port COM3

Instalasi Driver Arduino

Instalasi ini berguna agar 'Board Arduino' dapat dikenali komputer anda. karena pada saat proses instalasi selesai driver arduino tidak otomatis terinstal. Terlebih dahulu pastika papan arduino anda terpasang pada laptop anda dengan bantuan kabel USB.

1. Terlebih dahulu buka device manager. start > computer > klik kanan, manage > device manager 



2. Setelah device manager terbuka  perhatikan pada bagian 'Ports (COM & LPT)', disana terdeteksi ada 'device' namun belum terinstal.





3. FT232R USB UART merupakan chip yang digunakan untuk memasukan sketch Arduino pada ATmega328p untuk Arduino Uno.     


4. setelah itu klik kanan  dan pilih 'browse my computer for driver software'



5. cari dimana anda menyimpan driver arduino anda, secara default driver arduino tersimpan pada folder C/program files/ arduino/ driver. jika anda tidak bisa menemukanya download terlebih dahulu drivernya sesuai dengan seri chip downloader yang anda gunakan pada papan arduino. setelah itu arahkan pada folder dimana anda menyimpan driver tersebut. 


6. jika terdapat notifikasi sukses ter update, maka driver sudah terinstal dengan benar.


7. jika device arduino masih memiliki tanda seru, lakukan kembali dengan cara klik kanan pada USB Serial Device pada Port Com Device Manager. pilih update driver.


8. setelah itu anda akan mendapatkan notifikasi seperti dibawah. perhatikan pada Device Port Com terlihat sekarang tanda serunya hilang dan memiliki keterangan Arduini Uno ( jika anda menggunakan Arduino Uno)







Mengkoneksikan Arduino pada Windows


1. Pilih Arduino UNO

Hubungkan Arduino Dengan Laptop gunakan kabel USB A to USB B. 
Klik Tools/ Board/ Arduino UNO pada Arduino IDE.




//Pilih Arduino UNO, karena board microcontroler yang kita gunakan adalah
 Arduino UNO


2. Pilih Serial  Port

Klik Tools/ Serial Port/ Com ## , langkah ini digunakan untuk mengkoneksilan 
Board Arduino dengan Arduino IDE.




3. Setelah ini Arduino IDE siap untuk di gunakan. tersedia library standar dan contoh program yang dapat dipergunakan untuk mempermudah proses pembelajaran (tersedia pada menubar 'file' ).


Sumber:
https://learn.sparkfun.com/tutorials/how-to-install-ftdi-drivers/windows---in-depth
SFE-SIK-RedBoard-Guide-Version3.0-Online.PDF 





Tambahan jika OS yang anda gunakan yaitu Linux Ubuntu: 
Instal Arduino pada Ubuntu
1. instal kelengkapan arduino di ubuntu

Buka terminal

Ketikkan kode dibawah ini pada terminal
-$ sudo apt-get install minicom
-$ sudo minicom -b 9600 -D /dev/ttyACM0
or
-$ sudo apt-get install screen
-$ sudo apt-get install avrdude binutils-avr gcc-avr avr-libc gdb-avr
(sumber: https://github.com/tttor/trui-bot-prj/tree/master/robot)
2. instal sublime
-$ sudo add-apt-repository ppa:webupd8team/sublime-text-2
-$ sudo apt-get update
-$ sudo apt-get install sublime-text
(sumber: 
http://askubuntu.com/…/17…/how-do-i-install-sublime-text-2-3)
3. buat makefile
- download ws.tar.gz
- extract folder tersebut
- letakan di home
- buka terminal 
- $ cd ws (masuk ke folder ws)
- $ make master_arduino (membuat folder library dll)
- $ make (make hex file)
- $ make master_upload (upload hex file to arduino kit)

Pengenalan Arduino 1

Agung Dwi Prasetyo | 07.18.00 | ,

Arduino merupakan sebuah piranti elektronik dengan mikrokontroller yang dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri.
Mikrokontroler arduino diprogram menggunakan bahasa pemrograman arduino yang memiliki kemiripan syntax dengan bahasa pemrograman C dan java. Karena sifatnya yang terbuka maka siapa saja dapat mengunduh skema hardware arduino dan membangunnya.
Arduino menggunakan keluarga mikrokontroler ATMega yang dirilis oleh Atmel sebagai basis, namun ada individu/perusahaan yang membuat clone arduino dengan menggunakan mikrokontroler lain dan tetap kompatibel dengan arduino pada level hardware. Untuk fleksibilitas, program dimasukkan melalui bootloader meskipun ada opsi untuk membypass bootloader dan menggunakan downloader untuk memprogram mikrokontroler secara langsung melalui port ISP.

Dan seperti mikrocontroler yang banyak jenisnya, Arduino lahir dan berkembang, kemudian muncul dengan berbagai jenis. Diantaranya adalah:

a. Arduino Uno

Jenis yang ini adalah yang paling banyak digunakan. Terutama untuk pemula sangat disarankan untuk menggunakan Arduino Uno. Dan banyak sekali referensi yang membahas Arduino Uno. Versi yang terakhir adalah Arduino Uno R3 (Revisi 3), menggunakan ATMEGA328 sebagai Microcontrollernya, memiliki 14 pin I/O digital dan 6 pin input analog. Untuk pemograman cukup menggunakan koneksi USB type A to To type B. Sama seperti yang digunakan pada USB printer. Harga Arduino Uno ini sekitar 100.000 sampai 150.000 rupiah.

b. Arduino Due


Berbeda dengan saudaranya, Arduino Due tidak menggunakan ATMEGA, melainkan dengan chip yang lebih tinggi ARM Cortex CPU. Memiliki 54 I/O pin digital dan 12 pin input analog. Untuk pemogramannya menggunakan Micro USB, terdapat pada beberapa handphone.

c. Arduino Mega

Mirip dengan Arduino Uno, sama-sama menggunakan USB type A to B untuk pemogramannya. Tetapi Arduino Mega, menggunakan Chip yang lebih tinggi ATMEGA2560. Dan tentu saja untuk Pin I/O Digital dan pin input Analognya lebih banyak dari Uno. Harga Arduino Mega ini sekitar 150.000 sampai 200.000 rupiah.

d. Arduino Leonardo

Bisa dibilang Leonardo adalah saudara kembar dari Uno. Dari mulai jumlah pin I/O digital dan pin input Analognya sama. Hanya pada Leonardo menggunakan Micro USB untuk pemogramannya.

e. Arduino Fio

Bentuknya lebih unik, terutama untuk socketnya. Walau jumlah pin I/O digital dan input analognya sama dengan uno dan leonardo, tapi Fio memiliki Socket XBee. XBee membuat Fio dapat dipakai untuk keperluan projek yang berhubungan dengan wireless.

f. Arduino Lilypad

Bentuknya yang melingkar membuat Lilypad dapat dipakai untuk membuat projek unik. Seperti membuat amor iron man misalkan. Hanya versi lamanya menggunakan ATMEGA168, tapi masih cukup untuk membuat satu projek keren. Dengan 14 pin I/O digital, dan 6 pin input analognya.

g. Arduino Nano

Sepertinya namanya, Nano yang berukulan kecil dan sangat sederhana ini, menyimpan banyak fasilitas. Sudah dilengkapi dengan FTDI untuk pemograman lewat Micro USB. 14 Pin I/O Digital, dan 8 Pin input Analog (lebih banyak dari Uno). Dan ada yang menggunakan ATMEGA168, atau ATMEGA328. Harga Arduino Nano ini sekitar 50.000 sampai 70.000 rupiah.

h. Arduino Mini

Fasilitasnya sama dengan yang dimiliki Nano. Hanya tidak dilengkapi dengan Micro USB untuk pemograman. Dan ukurannya hanya 30 mm x 18 mm saja.

i. Arduino Micro

Ukurannya lebih panjang dari Nano dan Mini. Karena memang fasilitasnya lebih banyak yaitu; memiliki 20 pin I/O digital dan 12 pin input analog.

j. Arduino Ethernet

Arduino ini yang sudah dilengkapi dengan fasilitas ethernet. Membuat Arduino kamu dapat berhubungan melalui jaringan LAN pada komputer. Untuk fasilitas pada Pin I/O Digital dan Input Analognya sama dengan Uno.

k. Arduino Esplora

Rekomendasi bagi kamu yang mau membuat gadget sepeti Smartphone, karena sudah dilengkapi dengan Joystick, button, dan sebagainya. Kamu hanya perlu tambahkan LCD, untuk lebih mempercantik Esplora.

l. Arduino Robot 

­­­­­­
Ini adalah paket komplit dari Arduino yang sudah berbentuk robot. Sudah dilengkapi dengan LCD, Speaker, Roda, Sensor Infrared, dan semua yang kamu butuhkan untuk robot sudah ada pada Arduino ini.


Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Arduino


 
HardCode Copyright © 2012 Prozine Theme is Designed by Agoenk Home | RSS Feed | Comment RSS